Renungan Pagi — 23 April 2026

Roma 8:37
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Kita datang kepada Kristus untuk pengampunan, dan kemudian terlalu sering berpaling kepada Taurat untuk mencari kekuatan melawan dosa-dosa kita. Paulus menegur kita, "Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?" Bawalah dosa-dosamu ke salib Kristus, karena manusia lama hanya dapat disalibkan di sana: kita disalibkan bersama Dia. Satu-satunya senjata untuk melawan dosa adalah tombak yang menusuk lambung Yesus. Sebagai ilustrasi – kamu ingin mengatasi amarahmu, bagaimana kamu melakukannya? Sangat mungkin kamu belum pernah mencoba cara yang benar untuk datang kepada Yesus dengan masalah itu. Bagaimana aku mendapatkan keselamatan? Aku datang kepada Yesus apa adanya, dan aku percaya kepada-Nya untuk menyelamatkanku. Apakah aku harus mematikan amarahku dengan cara yang sama? Itulah satu-satunya cara aku dapat mematikannya. Aku harus pergi ke salib dengan dosa ini, dan berkata kepada Yesus, "Tuhan, aku percaya kepada-Mu untuk membebaskan aku dari dosa ini." Inilah satu-satunya cara untuk memberikan pukulan mematikan padanya. Apakah kamu tamak? Apakah kamu merasa dunia menjeratmu? Kamu boleh berjuang melawan kejahatan ini selama yang kamu inginkan, tetapi jika itu adalah dosa yang menguasaimu, kamu tidak akan pernah dibebaskan darinya dengan cara apa pun kecuali melalui darah Yesus.

Bawalah dosa itu kepada Kristus. Katakan kepada-Nya, "Tuhan, aku telah percaya kepada-Mu, dan nama-Mu adalah Yesus, karena Engkau menyelamatkan umat-Mu dari dosa-dosa mereka; Tuhan, ini adalah salah satu dosaku; selamatkan aku darinya!" Tata cara tidak berarti apa-apa tanpa Kristus sebagai sarana untuk mematikan dosa. Doa-doamu, pertobatanmu, dan air matamu – semuanya – tidak berarti apa-apa tanpa Dia. Memang benar "hanya Yesus saja yang dapat menolong orang berdosa yang tak berdaya;" tapi ini berlaku juga atas orang-orang Kristen yang tak berdaya pula. Kamu harus menjadi penakluk melalui Dia yang telah mengasihimu, jika memang kamu adalah penakluk, yakni sungguh-sungguh ada di dalam Yesus.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).