Renungan Pagi — 26 Agustus 2026
Mazmur 111:9
Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama- lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.
Umat Tuhan bersukacita dalam perjanjian itu sendiri. Perjanjian itu merupakan sumber penghiburan yang tak pernah habis bagi mereka, setiap kali Roh Kudus menuntun mereka ke rumah perjamuan-Nya dan mengibarkan panji kasih-Nya. Mereka senang merenungkan sejarah perjanjian itu, mengingat bahwa sebelum bintang fajar mengetahui tempatnya, atau planet-planet berputar mengelilinginya, kepentingan orang-orang kudus telah dijamin di dalam Kristus Yesus. Sangat menyenangkan bagi mereka untuk mengingat kepastian perjanjian itu, sambil merenungkan kasih setia yang dijanjikan kepada Daud (Yesaya 55:3). Mereka senang merayakannya sebagai "ditandatangani, dimeteraikan, dan disahkan, dalam segala hal tertata dengan baik" (lihat 2 Samuel 23:5). Seringkali hati mereka dipenuhi sukacita memikirkan ketidakberubahannya, sebagai perjanjian yang tidak akan pernah dapat dilanggar oleh waktu maupun kekekalan, hidup maupun mati—perjanjian yang setua kekekalan dan kekal seperti Batu yang abadi. Mereka juga bersukacita menikmati kepenuhan perjanjian ini, karena mereka melihat di dalamnya segala sesuatu telah disediakan bagi mereka. Allah adalah bagian mereka, Kristus adalah sahabat mereka, Roh Kudus adalah Penghibur mereka, bumi adalah tempat tinggal mereka, dan surga adalah rumah mereka. Mereka melihatnya sebagai warisan yang disediakan dan diwariskan kepada setiap jiwa yang memiliki hak atas pemberian yang sejak semula dan kekal ini. Mata mereka berbinar ketika melihatnya sebagai harta karun dalam Alkitab; tetapi oh! betapa gembiranya jiwa mereka ketika melihat dalam wasiat terakhir kerabat ilahi mereka, bahwa itu diwariskan kepada mereka! Lebih khusus lagi, umat Allah senang merenungkan kemurahan hati dari perjanjian ini. Mereka melihat bahwa hukum Taurat dibatalkan karena itu adalah perjanjian perbuatan dan bergantung pada jasa, tetapi mereka menyadari bahwa ini kekal karena kasih karunia adalah dasarnya, kasih karunia adalah syaratnya, kasih karunia adalah bebannya, kasih karunia adalah bentengnya, kasih karunia adalah fondasinya, kasih karunia adalah batu puncaknya. Perjanjian itu adalah perbendaharaan kekayaan, lumbung makanan, mata air kehidupan, gudang keselamatan, piagam perdamaian, dan tempat perlindungan sukacita.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()