Renungan Pagi — 27 Juli 2026

2 Petrus 1:4
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Jika Anda ingin mengalami secara pribadi betapa berharganya janji-janji itu, dan menikmatinya dalam hati Anda sendiri, renungkanlah janji-janji itu dengan sungguh-sungguh. Ada janji-janji yang seperti anggur dalam alat pemeras anggur; jika Anda menginjaknya, sarinya akan mengalir. Merenungkan firman suci seringkali menjadi pendahuluan bagi penggenapannya. Sementara Anda merenungkannya, anugerah yang Anda cari akan datang kepada Anda tanpa disadari. Banyak orang Kristen yang haus akan janji itu telah menemukan anugerah yang dijaminnya meresap perlahan ke dalam jiwanya bahkan ketika ia sedang mempertimbangkan catatan ilahi; dan ia bersukacita karena ia selalu dipimpin untuk menempatkan janji itu di dekat hatinya. Tetapi selain merenungkan janji-janji itu, berusahalah dalam jiwa Anda untuk menerimanya sebagai firman Allah sendiri. Berbicaralah kepada jiwamu demikian, "Jika aku berurusan dengan janji manusia, aku akan dengan saksama mempertimbangkan kemampuan dan karakter orang yang telah berjanji kepadaku. Begitu pula dengan janji Allah; mataku tidak boleh terlalu tertuju pada kebesaran rahmat—yang dapat membuatku goyah; melainkan pada kebesaran Sang Pemberi janji—yang akan menghiburku. Jiwaku, Allah, bahkan Allahmu, Allah yang tidak dapat berdusta, yang berbicara kepadamu. Firman-Nya yang sedang engkau renungkan sekarang ini sama benarnya dengan keberadaan-Nya sendiri. Ia adalah Allah yang tidak berubah. Ia tidak mengubah apa yang telah keluar dari mulut-Nya, atau menarik kembali satu pun kalimat penghiburan. Ia pun tidak kekurangan kuasa; Allah yang menciptakan langit dan bumi-lah yang telah berfirman demikian. Ia pun tidak mungkin gagal dalam kebijaksanaan mengenai waktu kapan Ia akan memberikan anugerah, karena Ia tahu kapan sebaiknya memberi dan kapan lebih baik menahan. Oleh karena itu, karena ini adalah firman Allah yang begitu benar, begitu kekal, begitu berkuasa, begitu bijaksana, Aku akan dan harus percaya pada janji itu." Jika kita merenungkan janji-janji itu, dan mempertimbangkan Sang Pemberi Janji, kita akan merasakan kemanisannya, dan memperoleh penggenapannya.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).