Renungan Pagi — 29 Juni 2026

1 Tesalonika 4:14
Mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Janganlah kita membayangkan bahwa jiwa tertidur dalam ketidaksadaran. "Hari ini engkau akan bersama-Ku di Firdaus," adalah bisikan Kristus kepada setiap orang kudus yang sedang sekarat. Mereka "tidur di dalam Yesus," tetapi jiwa mereka berada di hadapan takhta Allah, memuji Dia siang dan malam di bait-Nya, menyanyikan haleluya kepada Dia yang telah membasuh mereka dari dosa-dosa mereka dengan darah-Nya. Tubuh tertidur di ranjang bumi yang sunyi, di bawah selimut rumput. Tetapi apakah tidur ini? Gagasan yang terkait dengan tidur adalah "istirahat," dan itulah pikiran yang ingin disampaikan Roh Allah kepada kita. Tidur menjadikan setiap malam sebagai hari Sabat bagi siang hari. Tidur menutup rapat pintu jiwa, dan menyuruh semua penyusup untuk tinggal sementara, agar kehidupan di dalam dapat memasuki taman musim panasnya yang nyaman. Orang percaya yang lelah bekerja tertidur dengan tenang, seperti halnya anak yang lelah ketika tertidur di dada ibunya. Oh! berbahagialah mereka yang mati di dalam Tuhan; mereka beristirahat dari pekerjaan mereka, dan perbuatan mereka mengikuti mereka. Ketenangan mereka takkan pernah terganggu sampai Allah membangkitkan mereka untuk memberi mereka upah penuh. Dijaga oleh malaikat penjaga, diselubungi misteri abadi, mereka tertidur, pewaris kemuliaan, sampai kegenapan waktu membawa kegenapan penebusan. Betapa dahsyatnya kebangkitan mereka! Mereka dibaringkan di tempat peristirahatan terakhir mereka, lelah dan letih, tetapi mereka tidak akan bangkit seperti itu. Mereka pergi beristirahat dengan dahi berkerut dan wajah yang lemah, tetapi mereka bangun dalam keindahan dan kemuliaan. Benih yang layu, begitu miskin bentuk dan keindahan, bangkit dari debu menjadi bunga yang indah. Musim dingin kuburan memberi jalan kepada musim semi penebusan dan musim panas kemuliaan. Karena itu, bagi orang Kristen kematian pun menjadi berkat, karena melalui kuasa ilahi, kematian menanggalkan pakaian kerja kita dalam dunia ini, untuk mengenakan kepada kita pakaian pernikahan kekekalan. Berbahagialah mereka yang "tidur dalam Yesus."


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).