Renungan Pagi — 3 Agustus 2026

Wahyu 21:23
Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Renungkanlah dengan tenang Anak Domba sebagai terang surga. Terang dalam Kitab Suci adalah lambang sukacita. Sukacita orang-orang kudus di surga meliputi hal ini: Yesus memilih kita, mengasihi kita, menebus kita, menyucikan kita, mengenakan jubah kepada kita, menjaga kita, memuliakan kita: kita berada di surga sepenuhnya melalui Tuhan Yesus. Terang juga merupakan penyebab keindahan. Tidak ada keindahan yang tersisa ketika terang hilang. Tanpa terang, tidak ada pancaran cahaya yang terpancar dari safir, tidak ada sinar damai yang keluar dari mutiara; dan demikianlah semua keindahan orang-orang kudus di atas berasal dari Yesus. Sebagai planet, mereka memantulkan cahaya Matahari Kebenaran; mereka hidup sebagai berkas cahaya yang berasal dari titik pusat. Jika Dia pergi, mereka harus mati; jika kemuliaan-Nya diselubungi, kemuliaan mereka harus lenyap. Terang juga merupakan lambang pengetahuan. Di surga pengetahuan kita akan sempurna, tetapi Tuhan Yesus Sendiri akan menjadi sumbernya. Peristiwa-peristiwa gelap yang sebelumnya tak pernah dipahami, akan terlihat jelas, dan semua yang membingungkan kita sekarang akan menjadi nyata bagi kita dalam terang Anak Domba. Oh! Betapa besar pengungkapan yang akan terjadi dan betapa besar kemuliaan Allah yang penuh kasih! Terang juga berarti manifestasi. Terang mewujudkan sesuatu. Di dunia ini belum tampak seperti apa kita nantinya. Umat Allah adalah umat yang tersembunyi, tetapi ketika Kristus menerima umat-Nya ke surga, Ia akan menyentuh mereka dengan tongkat kasih-Nya sendiri, dan mengubah mereka menjadi gambar kemuliaan-Nya yang nyata. Mereka miskin dan sengsara, tetapi betapa besar transformasinya! Mereka ternoda oleh dosa, tetapi hanya dengan satu sentuhan jari-Nya, mereka menjadi cerah seperti matahari, dan jernih seperti kristal. Oh! Betapa besar manifestasinya! Semua ini berasal dari Anak Domba yang dimuliakan. Apa pun kemegahan yang bersinar, Yesus akan menjadi pusat dan jiwa dari semuanya. Oh! Betapa indahnya hadir dan melihat Dia dalam terang-Nya sendiri, Raja segala raja, dan Tuhan segala tuan!


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).