Renungan Pagi — 30 April 2026
Bilangan 14:2
Bersungut-sungutlah semua orang Israel.
Ada orang-orang yang menggerutu di antara orang Kristen sekarang, seperti yang ada di perkemahan Israel zaman dahulu. Ada orang-orang yang, ketika dicambuk, berteriak menentang disiplin yang menyakitkan itu. Mereka bertanya, "Mengapa aku ditimpa penderitaan seperti ini? Apa yang telah kulakukan sehingga dihajar dengan cara ini?" Sepatah kata untukmu, hai penggerutu! Mengapa engkau menggerutu terhadap disiplin dari Bapa surgawimu? Dapatkah Dia memperlakukanmu lebih keras daripada yang pantas kau terima? Pertimbangkan betapa pemberontaknya dirimu dahulu, tetapi Dia telah mengampunimu! Tentu, jika Dia dalam kebijaksanaan-Nya menganggap pantas untuk menghajarmu sekarang, engkau seharusnya tidak mengeluh. Lagipula, apakah engkau dihajar sekeras yang pantas diterima dosa-dosamu? Pertimbangkan kerusakan yang ada di dalam dadamu, dan kemudian akankah engkau heran bahwa dibutuhkan begitu banyak cambuk untuk mengeluarkannya? Timbanglah dirimu sendiri, dan perhatikan berapa banyak kotoran yang bercampur dengan emasmu; Apakah engkau berpikir api itu terlalu panas untuk membersihkan begitu banyak kotoran yang ada padamu? Bukankah roh pemberontakmu yang sombong itu membuktikan bahwa hatimu belum sepenuhnya disucikan? Bukankah kata-kata menggerutu itu bertentangan dengan sifat kudus dan tunduk anak-anak Allah? Bukankah teguran itu diperlukan? Tetapi jika engkau menggerutu terhadap didikan itu, berhati-hatilah, karena akan sulit bagi orang yang menggerutu. Allah selalu menghukum anak-anak-Nya dua kali, jika mereka tidak menanggung pukulan pertama dengan sabar.
Tetapi ketahuilah satu hal—"Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia." Semua teguran-Nya dikirim dalam kasih, untuk memurnikanmu, dan untuk mendekatkanmu kepada-Nya. Tentu saja, menanggung didikan dengan pasrah akan membantumu jika engkau sadar itu adalah tangan Bapa-mu. Sebab, "Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak." "Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut."
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()