Renungan Pagi — 4 September 2026

Markus 1:41
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."

Kegelapan purba mendengar perintah Yang Mahakuasa, "jadilah terang," dan seketika itu juga terang jadilah, dan firman Tuhan Yesus sama agungnya dengan firman yang pertama itu. Penebusan, seperti Penciptaan, memiliki firman yang berkuasa. Yesus berbicara dan terjadilah. Kusta tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan manusia, tetapi penyakit itu langsung lenyap atas perintah Tuhan, "Aku mau." Penyakit itu tidak menunjukkan tanda-tanda atau pertanda kesembuhan yang menjanjikan, alam tidak memberikan kontribusi apa pun untuk penyembuhannya sendiri, tetapi firman yang tanpa bantuan manusia melakukan seluruh pekerjaan di tempat itu juga dan untuk selamanya. Orang berdosa berada dalam keadaan yang lebih menyedihkan daripada penderita kusta; biarlah ia meniru teladannya dan pergi kepada Yesus, "memohon kepada-Nya dan berlutut di hadapan-Nya." Biarlah ia menggunakan sedikit iman yang dimilikinya, meskipun itu tidak lebih dari "Tuhan, jika Engkau mau, Engkau dapat menyucikan aku"; dan tidak perlu ada keraguan tentang hasil dari permohonan itu. Yesus menyembuhkan semua orang yang datang, dan tidak mengusir siapa pun. Dalam membaca kisah di mana teks pagi kita berada, patut diperhatikan dengan saksama bahwa Yesus menyentuh penderita kusta. Orang yang najis ini telah melanggar peraturan hukum upacara dan masuk ke dalam rumah, tetapi Yesus bukannya menegurnya, malah melanggar hukum itu sendiri untuk menemuinya. Ia melakukan pertukaran dengan penderita kusta, karena sementara Ia menyucikannya, Ia justru tertular kenajisan Lewi melalui sentuhan itu. Demikian juga Yesus Kristus dijadikan dosa bagi kita, meskipun Ia sendiri tidak mengenal dosa, agar kita dapat dijadikan kebenaran Allah di dalam Dia. Oh, semoga orang-orang berdosa yang malang mau datang kepada Yesus, percaya pada kuasa karya penebusan-Nya yang mulia, dan mereka akan segera mempelajari kuasa sentuhan kasih karunia-Nya. Tangan yang melipatgandakan roti, yang menyelamatkan Petrus yang hampir jatuh, yang menopang orang-orang kudus yang menderita, yang memahkotai orang-orang percaya, tangan yang sama itu akan menyentuh setiap orang berdosa yang mencari keselamatan, dan dalam sekejap akan menyucikannya. Kasih Yesus adalah sumber keselamatan. Ia mengasihi, Ia memandang, Ia menyentuh kita, kita hidup.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).