Renungan Pagi — 5 Juni 2026

Kejadian 7:16
TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.

Nuh dikurung jauh dari seluruh dunia oleh tangan kasih ilahi. Pintu pemilihan memisahkan kita dari dunia yang berada di dalam si jahat. Kita bukan dari dunia, sama seperti Tuhan kita Yesus bukan dari dunia. Kita tidak dapat masuk ke dalam dosa, kesenangan, dan hal-hal yang dikejar dunia ini. Kita tidak dapat bermain di jalan-jalan dunia bersama anak-anak kegelapan, karena Bapa surgawi kita telah mengurung kita. Nuh dikurung bersama Allahnya. "Masuklah ke dalam bahtera," adalah undangan Tuhan, yang dengan jelas menunjukkan bahwa Ia sendiri bermaksud untuk tinggal di dalam bahtera bersama hamba-Nya dan keluarganya. Demikianlah semua orang pilihan tinggal di dalam Allah dan Allah di dalam mereka. Berbahagialah orang-orang yang dikurung dalam lingkaran yang sama yang berisi Allah dalam Tritunggal-Nya, Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Janganlah kita pernah mengabaikan panggilan yang penuh kasih karunia itu, "Datanglah, hai umat-Ku, masuklah ke dalam kamarmu, dan tutuplah pintu-pintumu, dan sembunyikanlah dirimu sejenak sampai murka itu berlalu." Nuh begitu terkurung sehingga tidak ada kejahatan yang dapat menjangkaunya. Banjir hanya mengangkatnya ke langit, dan angin hanya menghembuskannya dalam perjalanannya. Di luar bahtera semuanya hancur, tetapi di dalam semuanya tenang dan damai. Tanpa Kristus kita binasa, tetapi di dalam Kristus Yesus ada keselamatan yang sempurna. Nuh begitu terkurung sehingga ia bahkan tidak ingin keluar, dan mereka yang ada di dalam Kristus Yesus akan tetap di dalam Dia untuk selama-lamanya. Mereka tidak akan keluar lagi untuk selama-lamanya, karena kesetiaan kekal telah mengurung mereka, dan kejahatan neraka tidak dapat menyeret mereka keluar. Sang Raja menutup dan tidak seorang pun dapat membukanya; Dan ketika suatu hari di akhir zaman Ia bangkit sebagai Tuan rumah dan menutup pintu, akan sia-sia bagi orang-orang yang hanya mengaku beriman untuk mengetuk dan berseru, "Tuhan, Tuhan, bukalah pintu bagi kami," karena pintu yang sama yang menutup gadis-gadis bijak akan menutup gadis-gadis bodoh untuk selamanya. Tuhan, tutuplah aku dengan rahmat-Mu.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).