Renungan Pagi — 5 Oktober 2026
1 Raja-raja 19:8
Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
Semua kekuatan yang diberikan kepada kita oleh Allah kita yang penuh anugerah dimaksudkan untuk pelayanan, bukan untuk kesenangan atau kesombongan. Ketika Nabi Elia menemukan kue yang dipanggang di atas bara api, dan kendi air diletakkan di dekat kepalanya, saat ia berbaring di bawah pohon arar, ia bukanlah seorang bangsawan yang akan dimanjakan dengan makanan lezat agar dapat bersantai; sebaliknya, ia diutus untuk berjalan selama empat puluh hari dan empat puluh malam dengan kekuatan itu, menuju Horeb, gunung Allah. Ketika Sang Guru mengundang para murid untuk "Mari makan" bersama-Nya, setelah perjamuan selesai, Ia berkata kepada Petrus, "Gembalakanlah domba-domba-Ku"; dan menambahkan, "Ikutlah Aku." Demikian juga dengan kita; kita makan roti surga, agar kita dapat menggunakan kekuatan kita dalam pelayanan Sang Guru. Kita datang ke Paskah, dan makan anak domba Paskah dengan pinggang terikat, dan tongkat di tangan, sehingga kita dapat segera berangkat setelah rasa lapar kita terpuaskan. Beberapa orang Kristen ingin hidup di dalam Kristus, tetapi tidak begitu bersemangat untuk hidup bagi Kristus. Bumi seharusnya menjadi persiapan untuk surga; dan surga adalah tempat di mana orang-orang kudus paling banyak berpesta dan paling banyak bekerja. Mereka duduk di meja Tuhan kita, dan mereka melayani Dia siang dan malam di bait-Nya. Mereka makan makanan surgawi dan memberikan pelayanan yang sempurna. Hai orang percaya, dengan kekuatan yang kamu peroleh setiap hari dari Kristus, bekerjalah untuk Dia. Sebagian dari kita masih perlu belajar banyak tentang tujuan Tuhan kita dalam memberikan kasih karunia-Nya kepada kita. Kita tidak boleh menyimpan butir-butir kebenaran yang berharga seperti mumi Mesir yang menyimpan gandum selama berabad-abad, tanpa memberinya kesempatan untuk tumbuh: kita harus menaburnya dan menyiraminya. Mengapa Tuhan menurunkan hujan ke bumi yang haus, dan memberikan sinar matahari yang menyegarkan? Bukankah semua itu agar buah-buahan bumi dapat menghasilkan makanan bagi manusia? Demikian juga Tuhan memberi makan dan menyegarkan jiwa kita agar kita kemudian dapat menggunakan kekuatan kita yang diperbarui untuk memajukan kemuliaan-Nya.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()