Renungan Pagi — 6 Maret 2026

Yohanes 3:7
Kamu harus dilahirkan kembali.

Kelahiran kembali adalah subjek yang terletak pada dasar keselamatan, dan kita harus sangat teliti untuk memperhatikan bahwa kita benar-benar "dilahirkan kembali," karena banyak orang yang mengira mereka telah dilahirkan kembali, padahal sebenarnya tidak.

Ketahuilah bahwa nama seorang Kristen bukanlah hakikat seorang Kristen; dan bahwa dilahirkan di keluarga Kristen, dan diakui sebagai penganut agama Kristen sama sekali tidak ada gunanya, kecuali ada sesuatu yang lebih ditambahkan padanya, yaitu "dilahirkan kembali," hal yang begitu misterius sehingga kata-kata manusia tidak dapat menggambarkannya. "Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana datangnya dan ke mana perginya; demikianlah halnya dengan setiap orang yang lahir dari Roh."

Meskipun demikian, itu adalah perubahan yang diketahui dan dirasakan: diketahui melalui perbuatan-perbuatan kekudusan, dan dirasakan melalui pengalaman yang penuh rahmat. Karya besar ini bersifat supranatural. Ini bukanlah operasi yang dilakukan manusia untuk dirinya sendiri: prinsip baru ditanamkan, yang bekerja di dalam hati, memperbarui jiwa, dan memengaruhi seluruh manusia.

Ini bukanlah perubahan nama saya, tetapi pembaharuan kodrat saya, sehingga saya bukan lagi manusia seperti dulu, tetapi manusia baru di dalam Kristus Yesus. Memandikan dan memakaikan pakaian pada mayat sangat berbeda dengan menghidupkannya: manusia dapat melakukan yang satu, hanya Allah yang dapat melakukan yang lain.

Jika Anda telah "lahir kembali," pengakuan Anda akan menjadi, "Ya Tuhan Yesus, Bapa yang kekal, Engkau adalah Bapa rohani saya; seandainya Roh-Mu tidak menghembuskan nafas kehidupan baru, kudus, dan rohani ke dalam saya, saya sampai hari ini akan 'mati dalam pelanggaran dan dosa.' Hidup surgawi saya sepenuhnya berasal dari-Mu, kepada-Mu saya mempersembahkannya. 'Hidupku tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah.' Bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam saya."

Semoga Tuhan memampukan kita untuk yakin sepenuhnya pada poin penting ini, karena belum dilahirkan kembali berarti belum diselamatkan, belum diampuni, tanpa Allah, dan tanpa harapan.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).