Renungan Pagi — 8 Juli 2026

Hakim 16:6
Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar?

Di manakah letak kekuatan rahasia iman? Kekuatan itu terletak pada makanan yang dikonsumsinya; karena iman mempelajari apa janji itu—sebuah pancaran kasih karunia ilahi, limpahan dari hati Allah yang agung; dan iman berkata, "Allahku tidak mungkin memberikan janji ini, kecuali karena kasih dan anugerah; oleh karena itu, sudah pasti Firman-Nya akan digenapi." Kemudian iman berpikir, "Siapa yang memberikan janji ini?" Iman tidak terlalu mempertimbangkan keagungannya, melainkan, "Siapa yang berjanji?" Ia ingat bahwa yang memberikan janji itu adalah Allah yang tidak dapat berbohong—Allah yang mahakuasa, Allah yang kekal; dan oleh karena itu iman menyimpulkan bahwa janji itu harus digenapi; dan ia maju dengan keyakinan yang teguh ini. Ia ingat mengapa janji itu diberikan, yaitu untuk kemuliaan Allah, dan ia merasa sangat yakin bahwa kemuliaan Allah aman, bahwa Ia tidak akan pernah menodai perisai-Nya sendiri, atau merusak kilau mahkota-Nya sendiri; dan oleh karena itu janji itu harus dan akan tetap berlaku. Kemudian iman juga mempertimbangkan karya Kristus yang menakjubkan sebagai bukti nyata dari maksud Bapa untuk menggenapi firman-Nya. "Dia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi dengan cuma-cuma menyerahkan Dia untuk kita semua, bagaimana mungkin Dia tidak juga memberikan segala sesuatu kepada kita bersama Dia?" Lebih jauh lagi, iman menengok ke masa lalu, karena pertempuran-pertempurannya telah menguatkannya, dan kemenangan-kemenangannya telah memberinya keberanian. Ia ingat bahwa Allah tidak pernah mengecewakannya; bahkan, bahwa Dia tidak pernah sekalipun mengecewakan anak-anak-Nya. Ia mengingat saat-saat bahaya besar, ketika keselamatan datang; saat-saat kebutuhan yang mengerikan, ketika ia menerima kekuatannya, dan ia berseru, "Tidak, aku tidak akan pernah berpikir bahwa Dia dapat berubah dan meninggalkan hamba-Nya sekarang. Sampai sekarang Tuhan telah menolongku, dan Dia akan terus menolongku." Demikianlah iman memandang setiap janji dalam hubungannya dengan Pemberi janji, dan, dengan demikian ia dapat dengan yakin berkata, "Sesungguhnya kebaikan dan kemurahan Allah akan menyertai aku sepanjang hidupku!"


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).