Renungan Pagi — 9 Juli 2026
Mazmur 103:2
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Merupakan pekerjaan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk memperhatikan campur tangan Tuhan dalam kehidupan orang-orang kudus di masa lalu, dan untuk mengamati kebaikan-Nya dalam menyelamatkan mereka, belas kasihan-Nya dalam mengampuni mereka, dan kesetiaan-Nya dalam menepati perjanjian-Nya dengan mereka. Tetapi bukankah akan lebih menarik dan bermanfaat bagi kita untuk memperhatikan campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita sendiri? Bukankah seharusnya kita memandang sejarah kita sendiri setidaknya sama dipenuhi dengan Tuhan, sama penuhnya dengan kebaikan dan kebenaran-Nya, sama seperti bukti kesetiaan dan kebenaran-Nya, seperti kehidupan orang-orang kudus yang telah mendahului kita? Kita melakukan ketidakadilan terhadap Tuhan kita ketika kita menganggap bahwa Dia melakukan semua perbuatan-Nya yang perkasa, dan menunjukkan diri-Nya kuat bagi mereka di masa lalu, tetapi tidak melakukan mukjizat atau menyingkapkan tangan-Nya bagi orang-orang kudus yang sekarang ada di bumi. Marilah kita meninjau kehidupan kita sendiri. Tentunya di dalamnya kita dapat menemukan beberapa kejadian bahagia, yang menyegarkan bagi diri kita sendiri dan memuliakan Tuhan kita. Apakah Anda belum pernah mengalami penyelamatan? Apakah Anda belum pernah melewati sungai-sungai yang ditopang oleh hadirat ilahi? Apakah kamu belum pernah melewati api tanpa terluka? Apakah kamu belum pernah mengalami manifestasi berkat? Apakah kamu belum pernah menerima anugerah istimewa? Allah yang memberikan keinginan hati Salomo, apakah Dia belum pernah mendengarkanmu dan menjawab permohonanmu? Allah yang penuh kemurahan hati yang tentangnya Daud bernyanyi, "Yang memuaskan mulutmu dengan hal-hal yang baik," apakah Dia belum pernah memuaskanmu dengan kelimpahan? Apakah kamu belum pernah berbaring di padang rumput hijau? Apakah kamu belum pernah dituntun ke tepi air yang tenang? Sesungguhnya kebaikan Allah sama bagi kita seperti bagi orang-orang kudus di masa lalu. Karena itu, marilah kita merangkai rahmat-Nya menjadi sebuah nyanyian. Marilah kita mengambil emas murni ucapan syukur, dan permata pujian dan menjadikannya mahkota lain bagi kepala Yesus. Biarlah jiwa kita mengeluarkan musik yang semanis dan semeriah kecapi Daud, sementara kita memuji Tuhan yang rahmat-Nya kekal selama-lamanya.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()