Renungan Malam — 2 Maret 2026
Efesus 3:8
Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu.
Rasul Paulus merasa sangat beruntung diizinkan untuk memberitakan Injil. Ia tidak memandang panggilannya sebagai pekerjaan yang membosankan, tetapi ia menjalankannya dengan sukacita yang besar. Namun, meskipun Paulus bersyukur atas jabatannya, keberhasilannya dalam hal itu sangat merendahkannya. Semakin penuh sebuah bejana, semakin dalam ia tenggelam di dalam air. Orang yang malas mungkin merasa sombong atas kemampuan mereka, karena mereka belum teruji; tetapi pekerja yang sungguh-sungguh segera menyadari kelemahannya sendiri.
Jika Anda mencari kerendahan hati, cobalah bekerja keras; jika Anda ingin mengetahui ketidakberdayaan Anda, cobalah melakukan sesuatu yang besar untuk Yesus. Jika Anda ingin merasakan betapa tidak berdayanya Anda di luar Allah yang hidup, cobalah terutama pekerjaan besar untuk memberitakan kekayaan Kristus yang tak terduga, dan Anda akan tahu, seperti yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya, betapa lemah dan tidak layaknya Anda.
Meskipun rasul itu mengetahui dan mengakui kelemahannya, ia tidak pernah bingung mengenai pokok pelayanannya. Dari khotbah pertamanya hingga khotbah terakhirnya, Paulus memberitakan Kristus, dan tidak lain hanyalah Kristus. Ia mengangkat salib, dan memuji Putra Allah yang mati di atasnya. Ikuti teladannya dalam semua upaya pribadi Anda untuk menyebarkan kabar gembira keselamatan, dan jadikan "Kristus dan Dia yang tersalib" sebagai tema yang selalu berulang.
Orang Kristen hendaknya seperti bunga-bunga musim semi yang indah yang, ketika matahari bersinar, membuka kelopak emasnya, seolah-olah berkata, "Penuhi kami dengan sinar-Mu!" tetapi ketika matahari tersembunyi di balik awan, mereka menutup kelopaknya dan menundukkan kepala. Demikian pula orang Kristen harus merasakan pengaruh manis Yesus; Yesus harus menjadi mataharinya, dan ia harus menjadi bunga yang menyerahkan dirinya kepada Matahari Kebenaran. Oh! berbicara tentang Kristus saja, inilah topik yang merupakan "benih bagi penabur, dan roti bagi pemakan." Inilah bara api bagi bibir pembicara, dan kunci utama bagi hati pendengar.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).