Renungan Malam — 24 Februari 2026

Zakharia 1:12,13
Berbicaralah Malaikat TUHAN itu, katanya: Ya TUHAN semesta alam, berapa lama lagi Engkau tidak menyayangi Yerusalem? ... TUHAN menjawab dengan kata-kata yang ramah dan yang menghiburkan.

Betapa manisnya jawaban atas pertanyaan yang penuh kekhawatiran! Malam ini marilah kita bersukacita karenanya. Hai Sion, ada hal-hal baik yang menantimu; masa kesengsaraanmu akan segera berakhir; anak-anakmu akan dilahirkan; penawananmu akan berakhir. Bersabarlah menanggung cambuk untuk sementara waktu, dan di bawah kegelapan tetaplah percaya kepada Allah, karena kasih-Nya menyala-nyala terhadapmu.

Allah mengasihi gereja dengan kasih yang terlalu dalam untuk dibayangkan manusia: Ia mengasihinya dengan segenap hati-Nya yang tak terbatas. Karena itu, hendaklah anak-anaknya berani; gereja tidak akan jauh dari segala yang baik karena kepadanya Allah mengucapkan "kata-kata yang baik dan kata-kata yang menghibur."

Apa kata-kata penghiburan itu, nabi melanjutkan untuk memberi tahu kita: "Aku cemburu terhadap Yerusalem dan terhadap Sion dengan kecemburuan yang besar."

Tuhan sangat mengasihi gereja-Nya sehingga Ia tidak tahan jika gereja tersesat kepada orang lain; dan ketika gereja telah melakukannya, Ia tidak tahan jika gereja menderita terlalu banyak atau terlalu berat. Ia tidak ingin musuh-musuh-Nya menindas gereja: Ia tidak senang dengan mereka karena mereka menambah penderitaan gereja.

Ketika Tuhan tampaknya paling meninggalkan gereja-Nya, hati-Nya tetap hangat terhadapnya. Sejarah menunjukkan bahwa setiap kali Tuhan menggunakan tongkat untuk mendisiplinkan hamba-hamba-Nya, Dia selalu mematahkannya setelahnya, seolah-olah Dia membenci tongkat yang telah menyakiti anak-anak-Nya.

"Seperti seorang ayah mengasihani anak-anaknya, demikianlah Tuhan mengasihani orang-orang yang takut kepada-Nya." Tuhan tidak melupakan kita karena Dia memukul. Pukulan-Nya bukanlah bukti kurangnya kasih. Jika ini benar bagi gereja-Nya secara kolektif, maka hal itu juga pasti benar bagi setiap anggota secara individu.

Anda mungkin takut bahwa Tuhan telah meninggalkan Anda, tetapi tidak demikian: Dia yang menghitung bintang-bintang, dan menyebutnya dengan nama-nama mereka, tidak akan melupakan anak-anak-Nya sendiri. Dia mengetahui keadaan Anda sepenuhnya seolah-olah Anda adalah satu-satunya makhluk yang pernah Dia ciptakan, atau satu-satunya orang kudus yang pernah Dia kasihi. Datanglah kepada-Nya dan terimalah damai sejahtera.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).