Renungan Malam — 25 Februari 2026

Yunus 1:3
Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo.

Alih-alih pergi ke Nineveh untuk memberitakan firman, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, Yunus tidak menyukai pekerjaan itu, dan pergi ke Yafo untuk menghindarinya. Ada kalanya hamba-hamba Allah menghindari tugas mereka. Tetapi apa akibatnya? Apa yang hilang dari Yunus karena perilakunya? Ia kehilangan kehadiran dan kenikmatan kasih Allah.

Ketika kita melayani Tuhan Yesus sebagaimana seharusnya bagi orang percaya, Allah kita menyertai kita; dan meskipun seluruh dunia menentang kita, jika kita memiliki Allah bersama kita, apa bedanya? Tetapi saat kita mundur, dan mencari rancangan kita sendiri, kita seperti berada di laut tanpa nahkoda. Maka kita mungkin meratap dan mengerang dengan getir, "Ya Allahku, ke mana Engkau pergi? Bagaimana mungkin aku begitu bodoh sehingga menghindari pelayanan-Mu, dan dengan cara ini kehilangan semua cahaya terang wajah-Mu? Ini adalah harga yang terlalu mahal. Biarlah aku kembali kepada kesetiaanku, agar aku dapat bersukacita di hadirat-Mu."

Selanjutnya, Yunus kehilangan semua ketenangan pikiran. Dosa segera menghancurkan kenyamanan orang percaya. Itulah pohon upas yang beracun, dari daunnya meneteskan tetesan mematikan yang menghancurkan kehidupan sukacita dan kedamaian. Yunus kehilangan segala sesuatu yang mungkin bisa menjadi penghiburannya dalam lain keadaan. Ia tidak dapat memohon janji perlindungan ilahi, karena ia tidak berada di jalan Allah; ia tidak dapat berkata, "Tuhan, aku menghadapi kesulitan-kesulitan ini dalam menjalankan tugasku, oleh karena itu tolonglah aku melewatinya." Ia menuai perbuatannya sendiri; ia dipenuhi dengan jalannya sendiri.

Hai orang Kristen, janganlah berperilaku seperti Yunus, kecuali jika Anda ingin semua gelombang dan ombak menerjang kepala Anda. Pada akhirnya Anda akan menyadari bahwa jauh lebih sulit untuk menghindari pekerjaan dan kehendak Allah daripada segera menyerahkan diri kepada-Nya. Yunus kehilangan banyak waktu, karena pada akhirnya pun ia tetap pergi ke Tarsis. Sulit untuk melawan Allah; marilah kita segera menyerahkan diri.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).