Renungan Pagi — 28 Februari 2026

Mazmur 62:5
Dari pada-Nyalah harapanku.

Adalah hak istimewa seorang yang beriman untuk menggunakan bahasa ini. Jika ia mengharapkan sesuatu dari dunia, itu adalah "harapan" yang sangat buruk. Tetapi jika ia mengandalkan Tuhan untuk memenuhi kebutuhannya, baik dalam berkat duniawi maupun rohani, "harapannya" tidak akan sia-sia. Ia dapat terus-menerus mengambil dari bank iman, dan mendapatkan kebutuhannya terpenuhi dari kekayaan kasih sayang Tuhan. Ini yang kutahu, aku lebih suka menjadikan Tuhan sebagai bankirku daripada semua Rothschild [keluarga bankir ternama].

Tuhanku tidak pernah gagal menepati janji-Nya; dan ketika kita membawa janji-janji itu ke hadapan takhta-Nya, Dia tidak pernah mengembalikannya tanpa jawaban. Karena itu aku hanya akan menunggu di pintu-Nya, karena Dia selalu membukanya dengan tangan kasih karunia yang berlimpah. Pada saat ini aku akan menguji-Nya kembali.

Tetapi kita memiliki "harapan" di luar kehidupan ini. Kita akan segera mati; dan pada saat itu "dari pada-Nyalah harapan" kita. Tidakkah kita berharap bahwa ketika kita terbaring di ranjang sakit, Dia akan mengirim malaikat untuk membawa kita ke pangkuan-Nya? Kita percaya bahwa ketika denyut nadi lemah, dan jantung berdebar kencang, ada malaikat yang akan berdiri dan memandang kita dengan mata penuh kasih, dan berbisik, "Roh, marilah!"

Saat kita mendekati gerbang surga, kita berharap mendengar undangan sambutan, "Datanglah, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, warisilah kerajaan yang telah disiapkan untukmu sejak permulaan dunia." Kita mengharapkan harpa emas dan mahkota kemuliaan; kita berharap segera berada di antara banyak orang yang bersinar di hadapan takhta; kita menantikan dan merindukan saat ketika kita akan menjadi seperti Tuhan kita yang mulia – karena "Kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."

Maka jika ini adalah "harapan"mu, hai jiwaku, hiduplah untuk Allah; hiduplah dengan keinginan dan tekad untuk memuliakan Dia sumber segala persediaanmu, dan karena kasih karunia-Nya dalam pemilihan, penebusan, dan panggilanmu, sehingga engkau memiliki "harapan" akan kemuliaan yang akan datang.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).