Allah untuk Anda yang Sibuk
Kita hidup di zaman di mana keheningan terasa seperti kemewahan. Notifikasi datang silih berganti, layar selalu menyala, rapat, dan meeting, dan percakapan tidak pernah benar-benar berhenti.
Mengapa kita begitu sibuk?
Apakah kesibukan kita adalah bagian dari upaya untuk mencari perlindungan dan keamanan yang bersumber dari pekerjaan kita, atau dari studi kita, atau dari teman dan keluarga kita?
Apakah kita sibuk demi mengejar kesuksesan agar kita bisa berdiri dengan kepala tegak di dunia yang memuji orang-orang yang berhasil sesuai standar yang dunia ini tetapkan?
Atau mungkin kesibukan itu bagian dari upaya kita untuk menegaskan eksistensi kita di dunia yang dingin dan tanpa kasih?
Atau... apakah Anda sibuk karena "pelayanan" Anda sebagai orang Kristen? Rapat, visitasi, khotbah, penjangkauan, pembesukan, dan sebagainya?
Apabila demikian, maka inilah panggilan dari Tuhan untuk kita: Berhentilah. Berhentilah dari kesibukan, kekhawatiran, dan upaya untuk mencari perlindungan dan keamanan, eksistensi dan identitas dari hal-hal yang fana.
Hai Kristen, sumber keamanan, kebaikan, dan perlindungan kita yang sejati adalah Allah dan Allah sendiri, bukan yang lain:
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. (Mazmur 46:1)
Karena itu baiklah kita mendengarkan panggilan Allah ini: "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah" (ayat 11).
Pengenalan akan Allah yang sejati tidak datang melalui kesibukan rohani yang padat tetapi melalui keheningan yang disengaja, waktu dan ruang dalam hidup kita yang kita buka dengan maksud untuk mendengarkan Allah berbicara. Berdiam diri di hadapan Allah bukanlah bentuk kemalasan. Ini adalah disiplin yang paling sulit di zaman modern: disiplin untuk berhenti dan fokus pada Allah dalam firman-Nya dan doa kepada-Nya.
Mulai hari ini, marilah kita coba memulai disiplin ini dengan satu hal kecil. Sebelum membuka ponsel di pagi hari, ambil lima menit untuk berdiam di hadapan Allah. Mungkin tidak akan terasa dramatis. Mungkin pikiran kita akan melantur ke daftar belanja atau rapat jam sembilan. Itu wajar. Keheningan adalah keterampilan yang harus dilatih, bukan instan. Yang penting adalah kita memilih untuk berdiam, dan dalam ketaatan yang sederhana itu, Allah yang setia pasti akan bekerja.
Menyerahlah kepada Allah, kejarlah pengenalan akan Allah, dan buktikan firman-Nya: Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Tuhan memberkati ✝️
Komentar ()