Apakah ada bukti sejarah di luar Alkitab bahwa Yesus pernah ada?
"Mungkin saja Yesus tidak pernah ada. Alkitab ditulis oleh orang-orang yang percaya kepada-Nya, jadi tentu saja mereka akan menuliskan hal-hal baik tentang Dia. Apakah ada bukti dari luar Alkitab – dari sejarawan yang netral – bahwa Yesus benar-benar pernah hidup?"
Ini adalah pertanyaan yang jujur dan penting. Jika satu-satunya sumber tentang Yesus adalah Alkitab, orang mungkin bertanya apakah kisah-Nya dibuat-buat oleh para pengikut-Nya. Tetapi kenyataannya, Yesus dari Nazaret adalah salah satu tokoh kuno yang paling terdokumentasi – termasuk oleh penulis-penulis yang bukan Kristen, bahkan oleh mereka yang menentang Kekristenan.
Mari kita periksa bukti-buktinya.
1. Tacitus — Sejarawan Romawi
Publius Cornelius Tacitus (hidup sekitar tahun 56–120 Masehi) diakui secara luas sebagai salah satu sejarawan yang paling akurat dan terpercaya dari zaman Romawi. Dalam karyanya Annals (buku 15, bab 44), ketika membahas kebakaran besar Kota Roma di bawah Kaisar Nero (tahun 64 M), ia menulis:
"Nero menimpakan kesalahan... kepada suatu kelompok yang dibenci karena kekejian mereka, yang disebut orang Kristen oleh rakyat jelata. Christus, dari mana nama kelompok itu berasal, menderita hukuman ekstrem pada masa pemerintahan Tiberius di tangan salah satu prokurator kita, Pontius Pilatus..."
Fakta yang dikonfirmasi: Yesus (Christus) pernah hidup dan dihukum mati[^1] di bawah Pontius Pilatus, pada masa pemerintahan Tiberius.
Tacitus bukan simpatisan Kristen — ia menyebut iman Kristen sebagai "takhayul yang merusak." Ia menulis ini berdasarkan catatan resmi Romawi.
2. Flavius Josephus — Sejarawan Yahudi
Josephus (hidup sekitar 37–100 M) adalah sejarawan Yahudi dan non-Kristen. Dalam karyanya Antiquitates Judaicae, ia menyebutkan Yesus dua kali:
Antiquitates 18.3.3 (dikenal sebagai Testimonium Flavianum):
"Pada waktu ini hiduplah Yesus, seorang yang bijaksana... Ia melakukan perbuatan-perbuatan menakjubkan... Pilatus, atas desakan orang-orang terkemuka di antara kita, telah menghukum-Nya dengan salib."
Dalam kutipan ini jelas Josephus menulis tentang sosok Yesus yang pernah ada, mengajar, dan disalibkan atas perintah Pilatus.
Antiquitates 20.9.1:
"Ia mengumpulkan Sanhedrin hakim-hakim dan menghadapkan kepada mereka saudara Yesus, yang disebut Kristus, yang bernama Yakobus."
Dua kutipan ini mengonfirmasi keberadaan historis Yesus dari sumber Yahudi yang independen.
Apa kata sejarawan modern?
Bart Ehrman, profesor studi Alkitab di University of North Carolina dan seorang agnostik (bukan Kristen), menulis:[^2]
"Suka atau tidak suka, Yesus pasti pernah ada.
[Whether we like it or not, Jesus certainly existed.]"
Michael Grant, sejarawan Romawi terkemuka, menyatakan:[^3]
"Jika kita menerapkan kriteria yang sama seperti yang kita terapkan pada tulisan-tulisan kuno lainnya yang isinya tidak pernah diragukan, kita tidak bisa menolak keberadaan Yesus."
Bahkan di kalangan ahli yang menentang Kekristenan sekalipun semua sepakat bahwa Yesus adalah tokoh historis yang nyata.
Pertanyaannya bagi kita bukan lagi "Apakah Yesus pernah ada?" — melainkan "Siapakah Yesus sebenarnya?"
Tuhan memberkati ✝️
[^1]: Pada kutipan ini "hukuman ekstrem" adalah bahasa halus untuk penyaliban. Karena salib adalah bentuk hukuman paling hina dan keji di masa itu, maka orang Romawi menganggap tidak sopan untuk menyebut atau menulis langsung tentang salib.
[^2]: Kutipan dari artikel Bart Ehrman Did Jesus Exist? (2012).
[^3]: Kutipan dari buku Michael Grant Jesus: An Historian's Review of the Gospels (1977).
Komentar ()