Benarkah Muhammad disebutkan dalam Taurat?

Bagian 1: Memeriksa kriteria Nabi yang dijanjikan dalam Taurat

Benarkah Muhammad disebutkan dalam Taurat?
Foto: Tanner Mardis / Unsplash

Kitab Taurat, khususnya Ulangan bab 18 ayat 18, mengandung janji tentang nabi yang akan datang. Beberapa pendakwah Muslim menggunakan ayat ini untuk membuktikan bahwa Muhammad disebutkan dalam Perjanjian Lama.

Bagaimana orang Kristen menjawab klaim ini?

Pertanyaan ini penting karena menyangkut cara kita membaca Kitab Suci secara jujur dan bertanggung jawab. Prinsip pertama dalam memaknai suatu teks – apakah itu teks WhatsApp, berita online, majalah, novel, maupun Kitab Suci – adalah membaca dan menafsirkan teks tersebut dalam konteksnya.

Jika kita menggunakan Kitab Taurat untuk membuktikan sebuah klaim, maka Taurat hendaknya dibaca menurut konteksnya sendiri untuk menemukan makna yang dimaksudkan oleh penulisnya – bukan dibaca menggunakan asumsi dan keinginan pembaca.

Kitab Taurat pada Ulangan 18:18 memang berbicara tentang nabi yang akan datang seperti Musa. Tetapi ketika ayat itu dibaca dalam konteks kitab Taurat itu sendiri, maka klaim yang mengatakan bahwa Muhammad disebutkan dalam Taurat tidak terbukti.

Sebaliknya, sebagaimana akan kita lihat pada artikel ini dan artikel selanjutnya, kualifikasi nabi yang dijanjikan itu menunjuk dengan jelas kepada Yesus Kristus (Isa Al-Masih).

Mari kita teliti.

Ayat yang dipersoalkan

Ulangan 18:18 berbunyi:

"Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya."

Dari ayat ini jelas bahwa:

  • Nabi yang akan dibangkitkan Tuhan adalah "bagi mereka"
  • Nabi itu "dari antara saudara mereka"
  • Nabi itu adalah seperti "engkau"

Siapakah "mereka" dan siapakah "engkau" pada ayat ini?

Ulangan 18 adalah bagian dari rangkaian panjang perkataan Musa kepada umat Israel menjelang akhir hidup Musa. Khotbah Musa ini dimulai pada Ulangan 5:1 demikian: "Musa memanggil seluruh orang Israel berkumpul dan berkata kepada mereka..."

Pada Ulangan 18:18 ini Musa sedang mengutip Tuhan yang berbicara kepadanya.

Jadi: "mereka" adalah orang-orang Israel, dan "engkau" adalah Musa.

Dengan demikian, nabi yang dijanjikan itu adalah:

  • Bagi "mereka" yaitu bagi orang Israel
  • Berasal "dari antara saudara mereka"
  • Seperti "engkau" yaitu seperti Musa

Mari kita selidiki siapa yang memenuhi tiga kriteria di atas. Kita mulai dengan poin kedua karena inilah poin yang biasa digunakan sebagai poin pertama dari para pendakwah untuk mendukung klaim mereka bahwa Muhammad telah disebutkan dalam Taurat.

"Dari antara saudara mereka"

Para pendakwah mengklaim bahwa kata-kata "dari antara saudara mereka" berarti saudaranya orang Israel yang, menurut mereka, adalah Ismael, yaitu bangsa Arab.

Penafsiran ini terlalu dipaksakan karena walaupun Ismael memiliki hubungan kekerabatan dengan Israel tetapi mereka adalah kerabat jauh.

Israel justru memiliki seorang saudara kakak kandung yaitu Esau (yang menjadi bangsa Edom), dan memang nama ini muncul beberapa kali dalam Kitab Ulangan. Terlebih lagi mereka disebut sebagai "saudara" bagi Israel (Ulangan 2 ayat 4 dan ayat 8, juga bab 23 ayat 7).

Sebaliknya, nama Ismael tidak pernah disebutkan dalam seluruh Kitab Ulangan.

Lebih lagi, konteks Kitab Ulangan dengan sangat jelas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan sebutan "saudara" bukanlah bangsa kerabat di luar Israel, entah Esau/Edom atau Ismael/Arab, melainkan sesama orang Israel.

Bagaimana kita tiba pada kesimpulan ini?

Mari kita teliti dari konteks yang paling dekat yaitu ayat-ayat lain pada Ulangan bab 18.

Sangat menarik bahwa dalam debat populer ayat 18 paling sering dibahas, tetapi jarang atau bahkan tidak menyebut ayat 15 yang berbunyi:

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. (Ulangan 18:15)

Perhatikan: dalam ayat ini "dari antara saudara-saudaramu" disejajarkan dengan "dari tengah-tengahmu" yang jelas berarti dari antara orang Israel sendiri.

Dalam konteks keseluruhan kitab Ulangan ini, ketika frasa "saudara-saudaramu" digunakan tanpa penjelasan tambahan, frasa itu selalu menunjuk kepada kalangan umat Israel sendiri.

Sebagai contoh, apabila kita mundur satu bab ke Ulangan 17, tentang raja yang akan datang, kita akan menemukan ayat yang mengandung frasa "saudara-saudaramu" yang jelas mengacu pada sesama orang Israel:

"Hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu." (Ulangan 17:15)

Dalam konteks Taurat secara keseluruhan, perjanjian Allah diadakan dengan Abraham (Ibrahim) dan keturunannya, yang secara spesifik diidentifikasi sebagai Ishak.

Ratusan tahun sebelum Nabi Musa dan bangsa Israel muncul, Allah telah berfirman kepada Abraham:

"Engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu..." (Kejadian 17:19-21)

Jelas bahwa walaupun Allah memberkati Ismael dan keturunannya, tetapi dalam perjalanan sejarah perjanjian, fokus dari janji-janji Allah adalah pada garis keturunan Ishak, dalam hal ini Israel.

Dari pembahasan ini kita simpulkan bahwa ketika Ulangan 18:18 berkata bahwa nabi itu akan dibangkitkan "dari antara saudara mereka", makna yang jelas dan wajar dari ungkapan tersebut adalah: nabi itu akan muncul dari kalangan umat Israel, bukan dari bangsa lain.

"Bagi orang Israel"

Selain disebutkan akan berasal dari antara orang Israel, nabi yang akan datang itu juga ditujukan "bagi mereka" – dalam konteks Ulangan 18 ini berarti nabi itu adalah bagi orang Israel.

Dalam konteks Taurat, janji mengenai seorang nabi yang akan datang adalah dalam konteks perjanjian antara Allah dan orang Israel. Allah menyatakan akan membangkitkan seorang nabi bagi umat Israel yang akan melayani di antara mereka.

Muhammad hidup dan melayani di jazirah Arab, bukan di Israel. Karena itu, sama seperti pada kriteria "saudara" di atas, Muhammad juga tidak memenuhi kriteria ini.

Lalu bagaimana dengan para nabi yang melayani di Israel? Sepanjang sejarah umat Israel, ada banyak nabi yang diutus Tuhan kepada mereka, antara lain: Samuel, Natan, Elia, Elisa, Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel.

Apakah mereka yang dimaksudkan dalam ayat ini sebagai nabi yang akan datang?

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita harus meneliti kriteria terakhir yaitu nabi yang akan datang itu adalah nabi yang "seperti Musa."

Kesimpulan

Penelitian kita menunjukkan bahwa Ulangan 18:18 memberikan tiga kriteria untuk mengidentifikasi nabi yang dijanjikan Allah.

Dua kriteria yang kita bahas pada artikel ini – dengan argumen yang kontekstual dan alur pemikiran yang jelas – telah menunjukkan bahwa janji tentang nabi yang akan datang tersebut tidak mengarah kepada Muhammad.

Pada bagian selanjutnya, kita akan melihat bagaimana seluruh kriteria, termasuk kriteria ketiga – nabi yang "seperti Musa" – justru menunjuk dengan sangat tegas kepada Yesus Kristus.

Tuhan memberkati ✝️