Apa makna kenaikan Yesus Kristus?
Kenaikan Yesus bukan sekadar kisah perpisahan antara Yesus dan murid-murid-Nya. Dalam iman Kristen, kenaikan Yesus berarti bahwa Yesus yang telah mati dan bangkit sekarang memerintah sebagai Raja.
Hari ini kita akan menjawab pertanyaan:
"Apa sebenarnya makna kenaikan Yesus Kristus? Mengapa itu penting untuk dirayakan?"
Kenaikan Yesus bukan sekadar kisah perpisahan antara Yesus dan murid-murid-Nya. Dalam iman Kristen, kenaikan Yesus berarti bahwa Yesus yang telah mati dan bangkit sekarang memerintah sebagai Raja, menjadi Imam Besar yang membela umat-Nya, mengutus Roh Kudus, dan akan datang kembali sebagai Hakim dan Penyelamat.
Jadi, jawaban singkatnya: Yesus naik ke surga bukan karena pekerjaan-Nya selesai dalam arti Ia tidak lagi bekerja. Ia naik ke surga karena karya penebusan-Nya telah selesai, dan dari sana Ia memerintah sampai Kerajaan Allah dinyatakan secara penuh.
Untuk diskusi dengan konteks yang lebih utuh, baca artikel Yesus Sang Raja, yang menunjukkan bahwa kenaikan Yesus adalah puncak dari kisah kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya.
Apakah kenaikan Yesus peristiwa sejarah?
Sebelum kita membahas maknanya, satu pertanyaan perlu dijawab: apakah kenaikan Yesus benar-benar terjadi, atau hanya simbol teologis?
Lukas, penulis Injil ketiga dan sekaligus penulis Kisah Para Rasul, membuka karyanya dengan menegaskan bahwa ia telah menyelidiki segala sesuatu dengan saksama dari para saksi mata (Lukas 1:1-4). Ia mencatat kenaikan Yesus dua kali: di akhir Injilnya (Lukas 24:50-53) dan di awal Kisah Para Rasul (Kisah Para Rasul 1:9-11).
Lebih dari itu, kenaikan Yesus bukan sekadar catatan satu peristiwa. Sejak hari Pentakosta, para rasul memberitakan Yesus yang ditinggikan sebagai inti pesan mereka. Petrus berkhotbah, "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah..." (Kisah Para Rasul 2:32-33). Berita kenaikan ini sejak awal menjadi bagian dari kesaksian para rasul dan adalah dasar dari misi Gereja.
Kenaikan Yesus adalah penobatan Sang Raja
Setelah bangkit, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya selama empat puluh hari dan berbicara tentang Kerajaan Allah (Kisah Para Rasul 1:3). Lalu Ia naik ke surga disaksikan oleh mereka.
Ini bukan adegan Yesus "menghilang" dari dunia. Ini adalah bahasa kerajaan. Dalam Alkitab, duduk di sebelah kanan Allah berarti menerima tempat kehormatan, kuasa, dan otoritas. Dalam Kitab Mazmur bab 110 ayat 1 tertulis:
"Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
Perjanjian Baru memakai ayat ini untuk menjelaskan siapa Yesus setelah kebangkitan-Nya. Yesus bukan hanya nabi yang pernah hidup, lalu meninggalkan suatu ajaran moral. Ia adalah Mesias yang telah menang dan sekarang memerintah.
Karena itu, dunia ini tidak berjalan tanpa Sang Raja. Walaupun kejahatan, penderitaan, dan ketidakadilan masih nyata, sejarah sedang bergerak menuju hari ketika pemerintahan Kristus dinyatakan secara terbuka dan sempurna.
Kenaikan Yesus berarti kemanusiaan kita dibawa ke hadapan Allah
Yesus naik ke surga bukan sebagai roh tanpa tubuh. Ia bangkit dengan tubuh yang nyata. Ia makan bersama murid-murid-Nya. Ia menunjukkan bekas luka-Nya. Lalu Yesus yang sama itu naik ke surga.
Ini penting. Dalam Yesus, Anak Allah sungguh menjadi manusia. Dan dalam kenaikan-Nya, kemanusiaan Kristus yang sejati dibawa ke hadapan Allah sebagai jaminan bagi umat yang ditebus-Nya.
Artinya, keselamatan Kristen bukan sekadar jiwa pergi ke tempat yang lebih baik. Allah menyelamatkan manusia secara utuh: tubuh dan jiwa. Kebangkitan dan kenaikan Yesus menjadi jaminan bahwa tujuan akhir umat Allah adalah ciptaan baru, hidup yang dipulihkan, dan persekutuan yang sempurna dengan Allah.
Kenaikan Yesus berarti Ia menjadi Imam Besar bagi umat-Nya
Yesus yang naik ke surga menjadi Imam Besar bagi umat-Nya. Surat Ibrani berkata bahwa kita memiliki Imam Besar Agung yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah (Ibrani 4:14).
Dalam Perjanjian Lama, imam mewakili umat di hadapan Allah. Tetapi imam-imam manusia terbatas, berdosa, dan akhirnya mati. Yesus berbeda. Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban yang sempurna, lalu hidup selamanya untuk menjadi Pengantara bagi umat-Nya (Ibrani 7:25).
Hubungan ini diperdalam dalam artikel Yesus Sang Kurban yang Sejati. Ketika hati nurani kita diganggu oleh dosa, ketika kita lemah, ketika kita takut, pengharapan kita bukan pada kesalehan pribadi, tetapi pada Yesus yang telah memberikan nyawa-Nya bagi kita, dan sekarang hidup dan membela umat-Nya di hadapan Bapa di surga.
Kenaikan Yesus membuka jalan bagi pengutusan Roh Kudus
Sebelum disalibkan, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu" (Yohanes 16:7).
Melalui Roh Kudus, kehadiran Kristus tidak lagi terbatas pada satu tempat secara fisik. Roh Kudus menyertai umat Allah, memberi kuasa untuk bersaksi, menginsafkan manusia akan dosa, menghibur orang percaya, dan membentuk Gereja menjadi umat Kristus di dunia.
Itulah sebabnya sesaat sebelum kenaikan-Nya, Yesus berkata:
"Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)
Kenaikan Yesus berarti Ia akan datang kembali
Ketika para murid masih memandang ke langit, dua malaikat berkata:
"Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga." (Kisah Para Rasul 1:11)
Kenaikan Yesus mengarahkan mata kita bukan hanya ke masa lalu, tetapi juga ke masa depan. Yesus yang naik adalah Yesus yang akan kembali. Ini menjadi penghiburan bagi orang percaya, tetapi juga peringatan: sejarah tidak berakhir dalam kekacauan tanpa arah. Dunia ini akan berhadapan dengan Raja yang benar, kudus, dan adil.
Apa artinya bagi kita?
Bagi orang Kristen, kenaikan Yesus memberi keberanian. Tuhan kita tidak kalah. Ia memerintah. Karena itu kita dapat berdoa, bertahan dalam penderitaan, melawan dosa, dan bersaksi dengan rendah hati dan berani.
Bagi pembaca yang belum percaya kepada Yesus, kenaikan-Nya mengundang setiap orang untuk mempertimbangkan kembali siapa Dia sebenarnya. Jangan berhenti pada pengakuan bahwa Yesus adalah tokoh besar, guru bijaksana, atau nabi yang mulia. Baca kembali kisah Yesus yang dicatat dalam Injil, dan Anda akan menemukan pertanyaan yang lebih dalam ini: Jika Yesus benar-benar Raja yang hidup, bagaimana saya akan menjawab panggilan-Nya?
Kesimpulan
Kenaikan Yesus Kristus berarti Yesus yang bangkit sekarang memerintah sebagai Raja, menjadi Imam Besar bagi umat-Nya, mengutus Roh Kudus, memimpin misi Gereja, dan akan datang kembali untuk menghakimi semua manusia dengan keadilan yang sempurna, dan pada akhirnya memulihkan segala sesuatu dalam langit yang baru dan bumi yang baru.
Kenaikan Yesus ke surga bukan akhir dari kisah Injil. Kenaikan Yesus Kristus adalah pengumuman bahwa Sang Raja telah bertakhta.
Tuhan memberkati ✝️
Komentar ()