Yesus Sang Raja

Jika Yesus bangkit, naik ke surga, dan memerintah sebagai Raja, kita tidak boleh hanya mengakui Dia sebagai nabi saja, atau guru yang luar biasa saja.

Yesus Sang Raja
Foto: Kaushik Panchal / Unsplash

Kita sampai pada artikel terakhir dalam seri "Mengenal Yesus." Kita telah berjalan bersama Yesus dari kelahiran-Nya di Betlehem, melalui pengajaran dan mukjizat-mukjizat-Nya, hingga salib di Golgota dan kubur yang kosong.

Sekarang kita akan melihat bagaimana kisah ini mencapai puncaknya, dan bagaimana sekelompok orang biasa yang ketakutan berubah menjadi gerakan yang mengubah dunia.

Dengan banyak tanda

Selama empat puluh hari setelah bangkit dari kematian, Yesus berulang kali datang kepada murid-murid-Nya:

"Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah." (Kisah Para Rasul 1:3)

Perhatikan: Lukas, sang penulis, menekankan bahwa penampakan-penampakan ini bukan sekilas atau ambigu. Yesus memberikan banyak tanda yang membuktikan bahwa Ia benar-benar hidup. Ia makan bersama mereka (Lukas 24:42-43). Ia mengundang Tomas untuk menyentuh bekas luka-Nya (Yohanes 20:27). Ia mengajar mereka. Ini bukan hantu atau penglihatan – ini adalah Yesus yang sama, dalam tubuh yang nyata, tetapi kini telah melalui kematian dan bangkit dengan tubuh yang dimuliakan.

Dan topik pembicaraan-Nya tetap sama seperti sejak awal pelayanan-Nya: Kerajaan Allah. Kematian dan kebangkitan-Nya bukan akhir dari misi, melainkan fondasi bagi babak baru yang akan segera dimulai.

Menjadi saksi

Tetapi Yesus tidak akan terus tinggal bersama para murid-Nya – Ia harus kembali kepada Bapa-Nya di surga. Dan sekarang waktunya telah tiba.

Sesaat sebelum kenaikan-Nya, Yesus memberikan perintah dan janji terakhir:

"'Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.'" (Kisah Para Rasul 1:8)

Perhatikan struktur janji ini: pertama kuasa, kemudian tugas bagi para murid. Murid-murid tidak disuruh pergi dengan kekuatan mereka sendiri. Mereka disuruh menunggu – sampai kuasa dari atas diberikan kepada mereka.

Janji tentang Roh Kudus ini bukan hal baru. Pada malam sebelum penyaliban-Nya, Yesus telah berkata:

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran." (Yohanes 14:16-17)

Dan juga: "Lebih baik bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu" (Yohanes 16:7).

Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya sebagai yatim piatu. Ia berjanji mengirimkan Roh-Nya sendiri untuk menyertai mereka – bukan untuk sementara, tetapi selama-lamanya.

Pergi untuk kembali

Setelah memberikan perintah dan mengulangi janji-Nya tentang kedatangan Roh Kudus kepada para murid-Nya, Yesus terangkat ke surga "disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka." (Kisah Para Rasul 1:9)

Dua malaikat kemudian muncul dan berkata kepada murid-murid yang masih memandang ke langit:

"Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga." (Kisah Para Rasul 1:11)

Kisah Yesus tidak berakhir di kenaikan. Ada pasal terakhir yang belum digenapi: kedatangan-Nya kembali ke dunia ini.

Tetapi pada titik ini kita perlu bertanya: apa arti kenaikan Yesus ke surga bagi kita sekarang?

Kristus di surga

Mengapa Yesus naik ke surga?

Kita dapat menemukan petunjuk untuk menjawab pertanyaan ini dari percakapan Yesus dan para murid-Nya sebelum Yesus naik ke surga.

"Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: 'Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?' Jawab-Nya: 'Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.'" (Kisah Para Rasul 1:6-8)

Perhatikan: pada titik ini, yaitu setelah kebangkitan Yesus, para murid mulai memahami bahwa Dialah Raja Penyelamat yang dijanjikan Allah. Yesus yang telah bangkit dan menang atas dosa dan maut, yang sudah mengalahkan semua lawan-Nya, naik ke surga untuk memerintah sebagai Raja!

Dari percakapan di atas, kita juga menyimpulkan bahwa Yesus naik ke surga karena Bapa masih memberikan waktu kepada umat manusia di seluruh dunia dan di segala zaman untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya melalui kesaksian para pengikut Yesus sebelum pemerintahan Raja Yesus dinyatakan secara penuh dalam dunia yang baru.

Karena itu para pengikut Yesus saat ini memiliki tugas yang harus diselesaikan sebelum Kerajaan Allah dinyatakan secara penuh dan sempurna. Kita mendapatkan amanat untuk memberitakan berita keselamatan kepada seluruh manusia sampai ke ujung bumi, dan setelah itu tibalah waktunya bagi Sang Raja untuk datang kembali!

Siapakah Aku menurutmu?

Kita telah menyelesaikan penelusuran singkat atas kehidupan Yesus berdasarkan catatan para penulis Injil: dimulai dari kelahiran-Nya di kandang yang hina di Betlehem, sampai kematian dan kebangkitan-Nya dan kemudian kenaikan-Nya ke surga. Mari kita lihat kembali apa yang telah kita saksikan:

Seorang Bayi yang lahir di desa kecil, memenuhi nubuat yang ditulis berabad-abad sebelumnya. Seorang Tukang Kayu yang kemudian berkeliling dari desa ke desa mengajar dengan otoritas penuh.

Otoritas-Nya nyata bukan saja dalam pengajaran-Nya tetapi juga dalam kuasa-Nya yang menyembuhkan orang sakit, mengampuni orang berdosa, memerintah badai dan lautan, berjalan di atas air, dan membuat roh-roh jahat tunduk dan gemetar di hadapan-Nya.

Namun Ia membiarkan diri-Nya ditangkap dan disalibkan, bahkan menderita dan mati. Ia bangkit pada hari ketiga, dan setelah mengunjungi dan menguatkan para sahabat-Nya, Ia telah naik ke surga.

Sekarang waktunya telah tiba bagi Anda, pembaca yang budiman, untuk menjawab pertanyaan yang pernah diajukan Yesus kepada para murid-Nya:

"Siapakah Aku menurutmu?"

Jika Yesus adalah Sang Raja yang telah berkorban demi umat-Nya, berperang dan menang melawan dosa, maut, dan Iblis, serta telah naik ke surga, dan akan datang kembali, maka pertanyaan itu tidak boleh kita jawab hanya dengan kekaguman.

Dihadapkan dengan fakta tentang Yesus, respons kita tidak boleh hanya mengakui Dia sebagai nabi saja, atau guru yang luar biasa saja.

Yesus memanggil kita untuk bertobat dan percaya kepada-Nya, untuk menyembah dan mengikut Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Inilah panggilan dan perintah Yesus bagi Anda saat ini. Bagaimana Anda akan menjawab-Nya?

Renungkan, pikirkan, dan doakan. Mintalah kepada Allah untuk memampukan Anda agar dapat menjawab panggilan Sang Raja.

Tuhan memberkati ✝️