Yesus Sang Pemenang

Dunia menawarkan banyak hal, tetapi tidak sanggup mengalahkan kematian. Kebangkitan Yesus adalah jawaban Allah atas persoalan ini.

Yesus Sang Pemenang
Ilustrasi kubur yang digali di bukit batu, seperti kubur Yesus, dan batu penutup kubur. Foto oleh Jonny Gios / Unsplash

Artikel sebelumnya membawa kita ke Golgota, sebuah bukit di luar kota Yerusalem, tempat di mana Yesus disalibkan. Di sana Yesus berseru, "Sudah selesai." Sang Kurban Sejati telah menyerahkan nyawa-Nya, dan tabir Bait Suci terbelah dari atas ke bawah.

Tetapi jika kisah Yesus berakhir di kubur, maka salib akan terlihat seperti akhir tragis dari seorang yang tidak bersalah. Namun Injil tidak berhenti di salib. Mari kita perhatikan catatan para saksi mata tentang apa yang terjadi setelah Yesus mati.

Yesus dikuburkan

Para penulis Injil mencatat bahwa setelah Yesus mati di salib, jenazah-Nya diturunkan dari salib, dikafani, lalu diletakkan di dalam sebuah kubur.

"Sementara itu hari mulai malam dan hari itu hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat. Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terpandang, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Lalu ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.

Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf. Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengafani-Nya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan-Nya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan." (Markus 15:42-47)

Perhatikan, jenazah Yesus diberikan kepada Yusuf dari Arimatea setelah Pilatus mendapat keterangan dari kepala pasukan. Mengapa Pilatus menunggu keterangan dari kepala pasukan? Karena ia ingin memastikan bahwa Yesus benar-benar mati di atas salib.

Yusuf kemudian mengafani jenazah Yesus dan menguburkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, dan menutup jalan masuk ke kubur tersebut dengan sebuah batu.

Perhatikan juga detail yang dicatat di sini: Setidaknya dua orang pengikut Yesus, yaitu Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses, melihat kubur di mana Yesus dibaringkan.

Kubur kosong

Walaupun jenazah Yesus sudah dikuburkan, ritual lengkap penguburan tidak sempat dilakukan karena Yesus wafat pada hari Jumat sore, dan penguburan dilaksanakan menjelang hari Sabat (Sabtu), yaitu hari perhentian dalam tradisi Yahudi.

Karena itu pada hari Minggu pagi beberapa perempuan pengikut Yesus datang ke kubur untuk mengurapi jenazah-Nya dengan rempah-rempah, sesuai adat pemakaman Yahudi.

Apa yang mereka temukan di situ membuat mereka terkejut:

"Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: 'Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.'" (Lukas 24:1-6)

Bayangkan Anda berada di tempat kejadian perkara pada hari Minggu pagi tersebut:

  • Batu penutup kubur sudah terguling
  • Tubuh Yesus tidak ada

Apa yang menjadi penjelasan dari dua hal ini?

Malaikat memberikan jawabannya kepada mereka (dan kepada kita):

Yesus telah bangkit!

Namun kubur yang kosong saja belum cukup. Bagaimana kita tahu Yesus benar-benar bangkit, bukan sekadar jenazah-Nya dipindahkan?

"Hantu tidak ada daging dan tulangnya"

Setelah bangkit dari kematian, Yesus datang kepada para murid-Nya. Dalam berbagai kesempatan dan di berbagai tempat, Yesus mengunjungi mereka. Salah satunya adalah sebagai berikut:

"Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: 'Damai sejahtera bagi kamu!' Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: 'Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.' Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: 'Adakah padamu makanan di sini?' Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka." (Lukas 24:36-43)

Catatan Injil menyajikan kebangkitan Yesus bukan sebagai mitos atau legenda, melainkan sebagai peristiwa sejarah yang nyata.

Para murid mengalami perjumpaan langsung – perjumpaan fisik – dengan Yesus yang telah bangkit. Dan seperti akan kita bahas pada artikel selanjutnya, perjumpaan ini bukan saja mengubah hidup para murid ini, tetapi mengubah dunia dan sejarah, untuk selamanya.

Apa artinya semua ini?

Kebangkitan Yesus adalah fakta yang membawa sejumlah implikasi yang paling besar dan paling mendasar bagi kehidupan manusia.

Pertama, kebangkitan Yesus membuktikan identitas Yesus, yaitu Dia memang adalah Mesias, Anak Allah, Raja Penyelamat yang dijanjikan Allah, seperti yang Dia sendiri nyatakan.

Apabila Yesus mati dan tidak bangkit, maka sangat pantas bagi kita untuk meragukan bahkan menolak klaim bahwa Yesus adalah Raja yang dijanjikan, yang datang untuk menyelamatkan kita.

Kedua, kebangkitan Yesus membuktikan kemenangan Yesus atas dosa dan maut.

Kita menyebut Yesus sebagai Penyelamat, tetapi coba pikirkan: Mengapa kita butuh keselamatan? Keselamatan dari apa?

Jawabannya adalah: Kita butuh keselamatan dari dosa dan dari akibat dosa, yakni kematian.

Karena Yesus bangkit, maka maut telah dikalahkan dan kita dapat diselamatkan. Karena maut sudah dikalahkan, itu berarti kekuatan dosa juga telah dihancurkan.

Ketiga, kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Allah adalah Allah Yang Maha Adil, dan karena itu ada harapan bagi kita yang sekarang ini hidup di dunia yang penuh dengan ketidakadilan.

Yesus disalibkan dan mati secara tidak adil. Kebangkitan-Nya menunjukkan bahwa Allah memutarbalikkan vonis yang tidak adil tersebut.

Yesus hidup berarti Allah tidak tutup mata atas ketidakadilan yang terjadi di dunia ini. Allah tidak tinggal diam atas kejahatan.

Dengan demikian kebangkitan Yesus memberikan harapan bagi kita akan dunia yang lebih baik. Kebangkitan-Nya bukan peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan permulaan dan jaminan dari pembaruan yang lebih besar: sebuah dunia yang sempurna, tanpa dosa dan kejahatan, tanpa sakit dan air mata.

Mengapa binasa?

Dunia ini menawarkan banyak hal: kesuksesan, kenikmatan, dan hubungan keluarga dan persahabatan yang indah. Tetapi satu hal yang tidak bisa diatasi dunia bahkan di zaman ultra modern ini adalah kematian. Setiap orang, tanpa kecuali, akan menghadapinya.

Kebangkitan Yesus adalah satu-satunya solusi yang secara langsung menjawab masalah kematian. Yesus menjawab persoalan ini bukan dengan filosofi, atau kata-kata bijaksana, atau dengan penghiburan kosong. Yesus menjawab persoalan ini bukan dengan menghindarinya, melainkan dengan masuk ke dalam alam maut, menghadapi maut, dan mengalahkannya sekali untuk selamanya.

Kebangkitan Yesus menghadirkan tatanan baru, yaitu ciptaan baru yang akan Ia sempurnakan ketika Ia datang kembali.

Yesus bukan sekadar guru yang baik yang mati secara tragis. Ia adalah Tuhan atas kehidupan dan kematian, dan karena Ia bangkit maka sekarang jalan menuju kepada kehidupan baru itu telah terbuka bagi semua orang.

Hari ini, maukah Anda menempuh jalan tersebut? Maukah Anda menerima dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat bagi Anda, dan mengikut Dia dengan iman?

Semua nabi yang pernah diutus Allah, dan seluruh Taurat, Mazmur (Zabur), dan Kitab Para Nabi semuanya menunjuk dan menantikan kedatangan Mesias yaitu Yesus Kristus.

Mengapa Anda harus binasa dalam dosa dan maut ketika Yesus telah hadir dan membuka jalan menuju kepada kehidupan kekal?

Hari ini, percayalah kepada kabar baik ini, kepada berita keselamatan yang didasarkan pada fakta historis tentang Yesus Kristus.

Penutup

Kebangkitan Yesus adalah kemenangan, dan kemenangan itu harus diumumkan kepada seluruh makhluk. Pada artikel yang akan datang, kita akan melihat apa yang Yesus lakukan setelah kebangkitan-Nya, dan bagaimana sebuah janji yang Ia tinggalkan mengubah para pengikut-Nya dari sekelompok orang yang ketakutan menjadi gerakan yang mengubah dunia.

Tuhan memberkati ✝️