Yesus Orang Nazaret
Pada artikel sebelumnya, kita melihat bagaimana kelahiran Yesus di Betlehem menggenapkan nubuat (ramalan) yang ditulis dalam Kitab Suci ratusan tahun sebelumnya. Setelah dibawa mengungsi ke Mesir oleh Yusuf dan Maria demi menghindari pembunuhan anak-anak kecil yang dilakukan oleh Raja Herodes, Yesus kembali ke wilayah Israel yaitu ke desa yang bernama Nazaret.[^1]
Artikel ini akan melanjutkan riwayat kehidupan Yesus khususnya pada tahun-tahun sebelum Dia memulai pelayanan-Nya secara publik. Beberapa orang menamakan periode ini sebagai "tahun-tahun yang hilang" karena mereka mengira tidak ada informasi yang dicatat tentang kehidupan Yesus di antara kelahiran dan saat ketika Dia tampil di depan umum. Mari kita simak apa yang dicatat oleh Injil tentang hal ini.
Kisah masa kecil Yesus
Lukas, seorang dokter, peneliti, dan penulis yang sangat cermat, mencatat bahwa pada usia 12 tahun, Yesus dibawa oleh orang tua-Nya ke Yerusalem untuk merayakan Paskah — hari raya terpenting bagi bangsa Yahudi.[^2]
Setelah perayaan usai, Yusuf dan Maria berjalan kembali ke tempat tinggal mereka di Nazaret tanpa menyadari bahwa Yesus tidak berada dalam rombongan. Setelah tiga hari mencari, mereka menemukan-Nya berada di Bait Allah di Yerusalem, duduk di antara para guru-guru agama, mendengarkan dan mengajukan pertanyaan. Semua yang mendengar-Nya "sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya" (Lukas 2:47).
Ketika Maria menegur-Nya, Yesus menjawab: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" (Lukas 2:49).
Ini adalah petunjuk pertama tentang siapa Yesus sebenarnya. Pada usia 12 tahun, Ia sudah menyebut Bait Allah sebagai "rumah Bapa-Ku" – sebuah klaim yang sangat luar biasa!
Setelah mencatat peristiwa ini, Lukas merangkum masa kecil Yesus dalam dua kalimat: "Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka... Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia."[^3]
Lukas kemudian mencatat bahwa Yesus berumur 30 tahun ketika memulai pelayanan publik-Nya.[^4] Dengan demikian ada periode 18 tahun dalam kehidupan Yesus sebelum Ia memulai pekerjaan-Nya di depan umum yang tidak dicatat secara rinci dalam Injil.
Apa yang kita ketahui
Meskipun Injil tidak mencatat detail kehidupan Yesus selama tahun-tahun tersebut, kita dapat membangun gambaran yang cukup jelas dari petunjuk yang ada:
- Yesus tinggal di Nazaret. Ia dikenal sebagai "Yesus orang Nazaret" (Matius 2:23, Markus 1:24). Nazaret adalah desa kecil di daerah Galilea, begitu tidak terkenalnya sehingga Natanael pernah berkata: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (Yohanes 1:46).
- Yesus hidup dalam keluarga. Kutipan dari Injil menurut Lukas di atas mencatat bahwa Yesus hidup dalam asuhan Yusuf dan Maria. Ia memiliki saudara-saudara: Yakobus, Yoses, Yudas, dan Simon, serta beberapa saudari (Markus 6:3). Ia bukan pertapa yang menyendiri di gua – Ia hidup dalam komunitas dan dalam keluarga biasa.
- Yesus mendapat pendidikan Yahudi. Dalam budaya Yahudi abad pertama, anak laki-laki mulai belajar Taurat di rumah ibadah mereka sejak usia 5-6 tahun. Pendidikan ini menjelaskan mengapa pada usia 12 tahun Yesus di Yerusalem bertanya jawab dengan para guru-guru agama (Lukas 2:46-47) dan kelak begitu menguasai Kitab Suci ketika Ia mulai mengajar.
- Yesus bekerja sebagai tukang. Injil Markus mencatat bahwa orang-orang di kampung halaman-Nya berkata: "Bukankah Ia ini tukang kayu?" (Markus 6:3). Kata Yunani yang digunakan adalah tekton, yang berarti pekerja kayu atau tukang bangunan secara umum. Yesus bekerja dengan tangan-Nya, berkeringat, dan mencari nafkah – kehidupan yang sangat biasa.
Singkatnya: selama 18 tahun itu, Yesus menjalani hidup yang sepenuhnya biasa di sebuah desa kecil yang tidak terkenal.
Mengapa Injil "diam"?
Catatan Injil tentang "tahun-tahun tersembunyi" Yesus yang tidak menjelaskan secara rinci apa yang terjadi selama 18 tahun itu memang tidak memuaskan bagi mereka yang mencari hal-hal sensasional. Seperti kita lihat di atas, Injil menunjukkan bahwa kehidupan Yesus sebelum Ia memulai pelayanan publik-Nya adalah kehidupan yang biasa-biasa.
Dan hal ini justru memberitahu kita sesuatu yang penting tentang karakter para penulis Injil.
Para penulis Injil bukanlah pengarang fiksi yang sedang mengarang cerita yang menarik. Jika mereka ingin membuat Yesus tampak lebih spektakuler, mereka pasti akan mengarang kisah-kisah heroik atau ajaib tentang masa muda-Nya – mungkin kisah tentang petualangan, atau kisah mukjizat seperti mengubah tanah liat menjadi burung yang hidup.
Namun, mereka tidak melakukan itu. Para penulis Injil hanya mencatat apa yang mereka ketahui dan apa yang mereka anggap penting untuk disampaikan. Semangat kejujuran ini ditunjukkan dengan sangat jelas, misalnya, oleh Lukas yang mengadakan penyelidikan "dengan saksama" tentang Yesus termasuk wawancara dengan para saksi mata.[^5]
Pada artikel berikutnya, kita akan melihat awal pelayanan Yesus di depan umum, dan bagaimana perlahan-lahan sosok Yesus, tukang kayu dari desa kecil yang tidak terkenal, mengubah seluruh sejarah umat manusia.
Tuhan memberkati ✝️
[^1]: Baca Injil menurut Matius bab 2 ayat 19-23 .
[^2]: Lukas bab 2 ayat 41-52.
[^3]: Lukas bab 2 ayat 51-52.
[^4]: Lukas bab 3 ayat 23.
[^5]: Lukas bab 1 ayat 1-4.