Apakah Yesus pernah berkata bahwa Ia adalah Allah?

Tindakan berbicara lebih keras dari kata-kata. Simak bagaimana tindakan dan perbuatan yang dikerjakan Yesus membuktikan keilahian-Nya.

Apakah Yesus pernah berkata bahwa Ia adalah Allah?
Foto: Aaron Burden / Unsplash

Pada artikel ini kita akan membahas satu pertanyaan yang sering diajukan kepada orang Kristen:

"Tidak ada satu pun ayat di Alkitab yang mencatat Yesus berkata: 'Akulah Allah, sembahlah Aku.' Jadi mengapa orang Kristen menyembah Yesus sebagai Allah?"

Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, mari kita tinjau tuntutan "Tunjukkan satu ayat di mana Yesus berkata secara persis "Aku adalah Allah" sebagaimana kerap kali diajukan para pendebat seperti Ahmed Deedat dan Zakir Naik.


Mengapa tuntutan ini tidak tepat

Apabila kita pikir dengan saksama, tuntutan ini – bahwa harus ada pengakuan secara eksplisit dari diri sendiri barulah identitas yang bersangkutan dapat dipastikan – sebenarnya merupakan tuntutan yang tidak tepat.

Lagipula kita tidak menganggap serius orang yang secara eksplisit dan terang-terangan mengakui dirinya sebagai Kaisar Sunda Empire tetapi yang tindak tanduknya menunjukkan sebaliknya!

Demikian pula dalam kehidupan sehari-hari: Seorang guru tidak perlu mengakui dirinya sebagai guru tetapi dari kegiatannya setiap hari kita dapat mengenali dan mengakui dia sebagai seorang guru.

Seorang guru yang hebat tidak perlu mengatakan dirinya adalah guru yang hebat karena kita dapat melihat dari hasil karyanya dan dari murid-murid yang dihasilkannya bahwa ia memang adalah seorang guru yang hebat.

Jadi pertanyaan yang harus kita tanyakan bukanlah: "Apakah Yesus pernah mengakui bahwa Ia adalah Allah?" Pertanyaan yang lebih tepat adalah: "Apakah Yesus berkata dan melakukan hal-hal yang hanya layak dikatakan dan dilakukan oleh Allah?"

Untuk pertanyaan ini, jawaban Alkitab sangat jelas: ya.

Seri pembahasan tentang Yesus memberikan kepada kita gambaran yang lebih lengkap, tetapi pada artikel ini kita hanya akan menjelaskan empat hal yang merupakan otoritas dan hak eksklusif Allah, tetapi dilaksanakan oleh Yesus.


Yesus mengampuni dosa

Dalam Markus 2:5, Yesus berkata kepada orang lumpuh, "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Reaksi ahli-ahli Taurat sangat penting. Mereka berkata dalam hati, "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" (Markus 2:7).

Para ahli Taurat tidak salah paham. Sebaliknya, mereka menangkap betapa seriusnya klaim Yesus mengampuni dosa karena sesungguhnya dosa adalah pelanggaran terhadap Allah. Karena itu, satu-satunya yang berhak untuk mengampuni dosa adalah Allah sendiri. Tetapi Yesus tidak menarik ucapan-Nya.

Ia justru menyembuhkan orang itu dan dengan demikian membuktikan bahwa Ia memang memiliki otoritas pengampunan dosa – suatu hal yang hanya dimiliki oleh Allah.


Yesus menerima penyembahan

Dalam Matius 14:33, setelah Yesus berjalan di atas air dan meredakan ketakutan murid-murid-Nya, mereka sujud menyembah Dia dan berkata, "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Ini penting karena dalam Alkitab, hamba Allah yang benar menolak penyembahan. Ketika seorang kepala pasukan yang bernama Kornelius tersungkur di depan Petrus, seorang murid Yesus, Petrus berkata, "Bangunlah, aku hanya manusia saja" (Kisah Para Rasul 10:26). Ketika Yohanes hendak menyembah malaikat, malaikat itu berkata, "Jangan berbuat demikian... Sembahlah Allah!" (Wahyu 22:9).

Petrus menolak penyembahan. Malaikat menolak penyembahan. Tetapi Yesus menerima penyembahan.

Apabila Yesus hanyalah seorang nabi, maka Yesus jelas adalah nabi yang palsu karena menerima penyembahan.

Tetapi apabila Yesus adalah seorang nabi yang benar, dan Ia menerima penyembahan manusia yang seharusnya hanya layak diterima oleh Allah, maka jelas Yesus lebih dari seorang nabi.


Yesus mengklaim otoritas penghakiman terakhir

Pada akhir Khotbah di Bukit, Yesus dengan jelas menyatakan bahwa Dialah yang akan menentukan siapa yang masuk ke dalam surga dan siapa yang tidak: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga... Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!" (Matius 7:21-23).

Perhatikan: Yesus menempatkan diri-Nya sebagai hakim terakhir atas seluruh umat manusia. Ini jelas bukan klaim seorang guru atau seorang nabi yang agung. Ini adalah klaim seorang yang dengan jelas tahu bahwa Ia adalah Allah, Sang Pemberi Hukum dan Sang Hakim.


"Tuhanku dan Allahku"

Bukti terbesar bagi keilahian Yesus adalah kebangkitan-Nya dari kematian, yang dibahas lebih lengkap pada artikel ini.

Setelah Yesus bangkit dari kematian, Ia datang kepada para pengikut-Nya dan salah seorang dari mereka yang bernama Tomas berkata kepada Yesus: "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28).

Jika Tomas salah, inilah saat paling tepat bagi Yesus untuk mengoreksi dia bahkan menegur dia. Tetapi Yesus tidak berkata, "Jangan menyebut Aku Allah." Sebaliknya, Yesus berkata, "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29).

Dengan kata lain, pengakuan Tomas bukan kesalahan, tetapi pengakuan yang diterima oleh Yesus.

Kesimpulan

Yesus tidak pernah berkata, "Akulah Allah, sembahlah Aku." Tetapi apa yang dicatat dalam Injil lebih kuat dari sekadar pengakuan verbal.

Alkitab menunjukkan bahwa Yesus menunjukkan karakteristik ilahi: mengampuni dosa, menerima penyembahan, dan mengklaim otoritas sebagai Hakim pada penghakiman terakhir – seperti yang telah kita bahas di atas – serta masih banyak lagi yang dibahas dalam seri artikel tentang Yesus: mengadakan berbagai mukjizat penyembuhan, berkuasa atas alam, menundukkan kuasa Iblis, mengalahkan maut dan bangkit dari kematian, dan naik ke surga.

Jadi, pertanyaan bagi kita bukanlah apakah Yesus pernah mengucapkan satu kalimat tertentu. Pertanyaannya adalah apakah kita mau menerima seluruh kesaksian Alkitab tentang siapa Yesus sebenarnya.

Bagi orang Kristen, jawabannya jelas: Yesus bukan sekadar guru, nabi, atau orang baik. Ia adalah Tuhan yang datang menyelamatkan umat manusia. Hari ini, percayalah dan akuilah Yesus sebagai Tuhan dan Allahmu.

Tuhan memberkati ✝️